Pada bagian pertama mengenai Sejarah Lika-liku politik Indonesia dari
masa Orde Baru sampai Reformasi dan terkadang di singgung ke Tentang Kebijakan
Yg di miliki Soekarno. Namun perihalnya politik Indonesia sangat rentan konflik
sebab, banyaknya Gerakan politik dan Ormas yang saling berkompetisi dalam panggung
politik Di Indonesial, yakni salah satu yang kami Kritisi adalah Para Partai
Islam di Indonesia.
Mengenai sepak terjang
para Para Partai Politik Islam di Indonesia itu memang bisa kita lihat dari
sejarahnya yakni Masyumi, hanya selingan saja pada mulanya Muhammad Natsir
ingin membentuk Negara Islam Indonesia, namun disisi lain Soekarno keberatan
karena Negara Integral itu tidak cocok untuk Negara yang sangat besar ini di
samping itu Etnik dan Budayanya berbeda-beda oleh karena itu Soekarno ingin
Menyatukan daerah Nusantara ini seperti halnya Pada zaman Majapahit yakni Gajah
mada menginstruksikan Kawasan Nusantara dari Semenanjung Malaya hingga bagian
ujung Selatan Laut China Selatan yakni Serawak dan Sabah serta sampai Pulau
Palawan (Filipina sekarang) dan sampai ke Irian Jaya ( Papua sekarang ). Lalu
di situ lah Muhammad Natsir Setuju yakni terbentuk lah NKRI. Yakni pada di
cabinet Natsir.
Sejalan dengan itu
menyambung penjelasan di atas Indonesia di pandang dalam dunia Internasional
terutama di Asia Tenggara, Indonesia adalah memiliki Komunitas Muslim pertama
di Asia Tenggara dan yang kedua itu Malayasia, Lanjut Brunei. Lantas negara
Indonesia ternyata dari dulu memang mempunyai komunitas muslim dari beberapa
golongan yakni ada namanya Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU), Jemaah Islamiyah
serta Jaringan organisasi muhammadiyah yang bagian perempuan yakni Nasyiatul
Aisyiyah. Namun disisi lain Pekerjaan besar bagi Pemerintah adalah memerangi
Terorisme karena negara Indonesia mempunyai masa kelam di antara tahun
2002-2007 mengalami terror Bom. Yang di sinyalir adalah anggota Jemaah
Islamiyah dan di duga mempunyai jaringan Al-Qayida di Afganistan.
Mengenai Gerakan
politik Islam Indonesia pada dasarnya tujuannya baik karena seorang figure
Seorang GUSDUR bisa menyihir para kaum Cendikiawan Muslim Indonesia untuk
merevolusi Indonesia dengan cara Sosial dan mentoleransikan Keberagaman dan
Juga Pluralisme nya bisa di terima dari beberapa masyarakat Indonesia begitupun
juga Amien Rais Dengan pahaman Muhammadiyahnya untuk rakyat Indonesia demi
mendirikan jiwa dan kekuatan iman, Akhlak bagi setiap Umat agar tercipta nya
Paradigma Nasional kearah lebih baik lagi, namun disisi lain GUSDUR Pada masa
ia menjabat Presiden merupakan tantangan
tersendiri karena Indonesia masih dalam Pembaharuan Demokrasi sebab Kala itu
tahun 1997-1999 Indonesia sedang mengalami krisis yang sangat pilu. Memang
Pemilu 1999 seperti obat mujarab untuk mengobati pedihnya Demokratisasi di hati
masyarakat Indonesia karena dari tahun 1968-1998 Kita sedang dipimpin oleh
Rezim Otoriter memang antara tahun 1970-an sampai 1990-an ibu dan kakek nenek
kita merasakan Ekonomi yang cukup stabil namun disisi lain Keadaan Politiknya
itu sangat Represif sekali karena kala itu masih di legalkannya Dwi Fungsi ABRI
Untuk mengintervensi Nagara. Namun itu
sebenarnya TNI memang kala itu di pimpin oleh Jendral H.R. Nasution dan Mayor
Umar Wirahadakusuma akan tetapi perintah harus tunduk kepada Suharto, bahkan
ada cerita para Aktivis dan Jurnalis itu kalau ketahuan menulis kejelekan
pemerintah Orde Baru pasti akan duculik dan hilang ditelan waktu seperti halnya
tragedi yang di sembunyikan yakni Etnis China di Tanjung Priok yang di buang ke
laut. Itulah hanya segelintiran sejarah yang di cerminkan di kawasan Asia
Tenggara yakni Indonesia pernah di pimpin oleh Seorang Diktator selain itu juga
Ada Burma pada waktu itu juga namun itu bisa juga sebagai Ciri Khas dari sebuah
Negara, di Asia Tenggara. Sebeb kawasan tersenut sangat unik dan mempunyai
cirri khasnya masing-masing.
Disisi lain era
reformasi Pada pemerintahan SBY mengenai konstelasi global SBY sendiri mengaku
kedekatannya dengan Presiden Barack Obama, Menurut kepala negara Amerika
Serikat yang pernah menghabiskan masa kecilnya di Indonesia, Indonesia tidak
hanya penting bagi kawasan, namun juga sebagai salah satu anggota negara G 20.
Sebagai salah satu
negara dengan penduduk islam yang besar, Indonesia memiliki pengaruh yang
sangat besar. Menurut Obama Indonesia juga sangat berpotensi dalam strategi
pengembangan dan demokrasi serta strategi antar agama yang sangat penting pada
masa depan.Obama menuturkan bahwa kedua kepala negara tersebut telah
membicarakan hubungan bilateral yang lebih baik lagi, perjanjian kerja sama
menyeluruh yang menyangkut bidang pendidikan, masalah penggunaan energi bersih,
menyebarkan perdamaian dan memerangi terorisme di Indonesia.
Selain itu, keduanya
juga mendiskusikan tantangan yang lebih besar untuk mencapai tujuan perjanjian
Copenhagen dan terus menstabilisasi dan mendorong ekonomi dunia, dengan
perdagangan dan investasi yang telah dibicarakan dalam ASEAN Summit.
Obama mengaku sangat
senang dalam menyambut prospek hubungan kedua negara pada masa depan, dan juga
berniat untuk datang ke Indonesia tahun depan.
Pada kesempatan yang
sama, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono menghargai pendekatan cara baru AS
kepada dunia, terhadap berbagai masalah termasuk dalam pendekatan positif
dengan dunia Islam.
Kerja sama bilateral
yang dimaksud oleh presiden RI meliputi bidang perdagangan dan investasi,
pendidikan dan teknologi, perubahan iklim, ketahanan pangan dan energi, melawan
wabah penyakit menular dan memerangi terorisme, serta melakukan hubungan people
to people (antar manusia)
Pertubuhan
Ekonomi Indonesia
Mengenai Kekuatan
Ekonomi politik Indonesia sebenarnya setingkat ke 4 karena Singapore, Malaysia
dan Thailand lebih banyak GNB nya. Namun di kami membandingkan dengan Malaysia.
Lantas bagaimana sesungguhnya kondisi ekonomi Indonesia dibandingkan dengan
Malaysia.Untuk melihat kemakmuran kedua negara, banyak kalangan biasanya
menggunakan ukuran pendapatan kotor per kapita (GNP) sebuah negara. Di sini
bisa dibandingkan GNP antara Indonesia dengan Malaysia.
Jika mengacu pada data
World Development Indicators database yang dirilis oleh Bank Dunia pada 1 Juli
2009, Malaysia berada di urutan ke 79 dengan GNP per kapita sebesar US$ 13.740
per tahun. Sedangkan, Indonesia berada di urutan ke 146 dengan GNP per kapita
sebesar US$ 3.830 per tahun. Itu setara dengan Rp 38 jutaan per tahun.
Itu berarti GNP per
kapita Malaysia 3,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia.
Artinya, penduduk Malaysia yang populasinya jauh lebih rendah dibandingkan
dengan Indonesia secara rata-rata lebih makmur dari Indonesia.
Populasi Malaysia pada 2008 sekitar 25 juta orang. Sedangkan jumlah
penduduk Indonesia 240 jutaan orang atau 10 kali lipat dibandingkan penduduk
Malaysia.
Namun, jika
membandingkan seberapa besar volume ekonominya secara nasional, Indonesia jauh
lebih besar dibandingkan Malaysia. Artinya, dilihat dari sisi kekuatan ekonomi,
Indonesia jauh lebih berpengaruh dibandingkan Malaysia.
Menurut data World Development Indicators database 2008 yang dirilis
Bank Dunia pada 1 Juli 2009, dilihat dari sisi produk domestik bruto (PDB),
Indonesia jauh lebih kaya ketimbang Malaysia. Indonesia berada di urutan ke-19
mengalahkan negara-negara maju seperti Belgia, Swiss, Swedia, Norwegia, Denmark
dan Arab Saudi.
Indonesia berada di
bawah China, India, Australia dan Meksiko. Total PDB Indonesia berdasarkan data
Bank Dunia sebesar US$ 514 miliar atau sekitar Rp 5000 triliunan.
Dengan PDB sebesar itu,
Indonesia adalah negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Karena itu, Indonesia satu-satunya negara yang mewakili Asia Tenggara dalam
forum G-20, kumpulan 20 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.
Selain Indonesia, di sini ada pula Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang,
China, India, Rusia hingga Australia.
Sedangkan, kekuatan
ekonomi Malaysia jauh berada di bawah Indonesia. Bahkan, Malaysia juga kalah
oleh Thailand, Afrika Selatan, Israel dan Nigeria sekalipun. Malaysia berada di
urutan ke 42 dengan total PDB sebesar US$ 194 miliar atau hampir Rp 2000
triliunan. Artinya, kue ekonomi nasional Malaysia tidak sampai separuhnya ekonomi
Indonesia.
Dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata minimal 7 persen per tahun,
Indonesia diharapkan bisa mendongkrak pendapatan per kapita masyarakat.
Tak mengherankan,
lembaga keuangan dunia seperti PricewaterhouseCoopers memperkirakan Indonesia
bakal menjadi kekuatan ekonomi baru dunia bersama Brazil, Meksiko, Turki dan
Rusia. Ekonomi Indonesia bakal jauh lebih maju dengan pendapatan per kapita
berkali lipat. Jadi, mengapa musti tunduk dengan Malaysia?
To Be Continued..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar